Saat Rasulullah Memberikan Analisis Pada Doa Nabi Luth
Di surat Hud (17) ayat 80, Allah merekam doa Nabi Luth pada saat sedang menghadapi kaum nya yang menginginkan tamu-tamu nya, sebagai sarana pemuas syahwat mereka.
Dalam penjelasan nya, Guru KZ memberikan deskripsi bagaimana Rasulullah s.a.w menganalisis doa dari Nabi Luth ini.
Anna lii bikum quwwatan
Jika seandainya diberikan kepadaku kekuatan
Aw awiyy iIla ruknin syadiid
Atau sekiranya aku dapat berlindung kepada ruknin syadiid, keluarga yang kuat
Guru KZ menerangkan bahwa Rasulullah SAW. memberikan komentar bahwa sebenarnya saudaraku Nabi Luth itu sudah memiliki quwwatan dan juga ruknin syadiid.
Allah adalah sandaran utama kekuatan dan juga keluarga yang kuat. Apalagi yang lebih kuat dari Allah, dan keluarga mana lagi yang lebih kuat dari pada keluarga Allah saja.
Setelah itu, setelah doa Nabi Luth yang disampaikan dalam kondisi genting itu, maka Allah selalu kemudian, memberikan pendamping keluarga kepada para Nabi dan Rasul, utusan Nya (KZ)
***
Doa yang disampaikan oleh Nabi Luth dalam Al Qur'an ini bukanlah cerita sejarah tentang masa lalu, kisah Nabi Luth semata. Karena sesungguhnya Al Quran bukanlah kitab catatan sejarah masa lalu. Ataupun kitab dongeng cerita tentang masa lalu.
Juga bukan sebuah pelajaran dari Allah tentang kekurang-tepatan doa seorang Nabi. Karena untuk seorang Nabi, semua yang dilakukan nya, ada dalam skenario Allah, dengan tujuan utama untuk memberikan pelajaran penting tentang kondisi kita sendiri, untuk menjadi cermin kondisi jiwa kita sendiri. Bukan tentang cerita Nabi dan Rasul yang telah berlalu ribuan tahun yang lalu. Akan tetapi deskripsi tentang Nabi dan Rasul itu untuk memberikan sebuah pelajaran tentang unsur yang ada di dalam diri kita sendiri.
Akan tetapi petikan ayat Al Qur'an ini sebenarnya, adalah deskripsi yang diajarkan oleh Allah, kepada kita dalam Al Qur an. Bahwa ada doa, yang dilantunkan oleh jiwa kita, pada saat sedang berhadapan dengan serangan dari syahwat dan hawa nafsu di dalam diri kita sendiri.
Pada saat itu, Allah memberikan pelajaran, bahkan kekuatan pertolongan Allah di depan mata pun tidak mampu kita lihat. Bahkan pemahaman, bahwa Allah adalah sandaran dan keluarga terkuat pun tak mampu kita fahami.
Serangan syahwat dan hawa nafsu diri kita sendiri itu, sedemikian kuatnya, sampai-sampai ketidak-fahaman kita, bahkan tidak mampu melihat ada kekuatan Allah yang bahkan ada bersama dengan kita. Bahwa Allah adalah keluarga terkuat kita untuk berlindung.
Bukan pada keluarga yang itu akan tetapi pada keluarga yang Ini (keluarga Allah).
Dan Kami lebih dekat dari pada urat lehernya.
Wa Nahnu akrobu ilaihi min hablil wariid
Allah lebih dekat bahkan dari urat nadi leher kita. Bahwa Allah itu dekat dan akrab (akrobu) dari pada hablil wariid.
Bahwa dalam kondisi terdesak bagaimana pun jangan lah lupa bahwa ada Allah yang selalu Maha Mendengar kan jeritan, permohonan tolong, yang kita sampaikan kepada Allah. Jangan sampai putus asa pada pertolongan Allah. Selalu lah gantungkan harapan dan jerit permohonan pertolongan kepada Allah saja, tak perlu menggantung kan pada manusia atau bahkan kepada siapapun, kepada jin, kepada siluman, kepada semesta, kepada leluhur, bahkan kepada seorang Nabi dan Rasul utusan Allah.
Akan tetapi gantungkanlah harapan hanya kepada Allah. Memohon didoakan itu adalah hal yang harus dilakukan, akan tetapi harapan di dalam dada, selalu hanya kepada Allah semata.
La hawla wala quwwata illa billahil 'aliyyil adhim
Ya Allah, Hanya Engkaulah quwwatan, dan Engkaulah ruknin syadiid, Ya Allah bantulah aku dari serangan syahwah dan hawa nafsu yang mengelilingiku yang menyeretku dari jalan-jalan Mu, yang menelikung ku, menjerumuskan ku, dari jalan-jalan keridhoan Mu...
Maka Allah lah yang akan membantu mengubah kondisi dan keadaan. Yang mampu membantu kita mengendalikan dan menaklukkan syahwat dan hawa nafsu kita sendiri.
Selalu mohon pertolongan Allah, jangan pernah jumawa bahwa kita mampu mengalahkan dan menaklukkan kekuatan kekuasaan syahwat dan hawa nafsu kita. Mereka sangat kuat mencengkeram kehidupan kita. Hanya dengan pertolongan Allah saja kita akan mendapatkan quwwatan dan ruknin syadiid.
Wallahu a'lam bissowwab
Mas Ika

