Tenang Aja, BBM Belum Naik, Masih Sama Harganya
Bandung, 31/03/2026
Pemerintah secara resmi menyampaikan, bahwa belum ada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), baik subsidi maupun non subsidi, per 1 April 2026. Pernyataan ini disampaikan oleh beberapa pejabat Negara mulai dari Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, dalam berbagai kesempatan.
Pernyataan penting ini dilakukan beberapa kali oleh pemerintah menanggapi isu yang berkembang tentang kenaikan BBM per 1 April 2026 pukul 00.00. Bahkan isu ini menyatakan kenaikan BBM akan terjadi secara drastis.
Secara global, harga minyak memang telah mengalami kenaikan drastis. Dalam catatan Informatika Newsline per Selasa (31/03), harga Brent Crude (Oil) tercatat pada 106.56 USD per barel dan WTI Crude tercatat sebesar 102.24 USD. Harga ini naik tajam dari harga awal tahun Brent Crude (Oil) yang hanya di kisaran 70,69 USD per barel, dan WTI Crude (Oil) ada di angka 65,21 USD per barel.
Dalam catatan Informatika per Selasa (31/03) hari ini, grafik WTI Crude (Oil) memang memperlihatkan pola fluktuatif meskipun secara rata-rata terlihat relatif lebih bertahan. Dalam pengamatan Informatika Newwline, harga WTI Crude (Oil) sempat naik hingga mendekati 106–107 USD per barel, sebelum akhirnya turun tajam di harga 101–102 USD per barel.
Sementara itu, grafik Brent Crude (Oil) menunjukkan pergerakan harga yang cenderung melemah. Harga sempat berada di kisaran atas sekitar 115–116 USD per barel, kemudian turun bertahap dan mengalami koreksi tajam hingga menyentuh harga 106 USD.
Brent Crude Oil dan WTI (West Texas Intermediate) Crude (Oil) adalah dua jenis minyak mentah utama yang diperdagangkan di pasar global. Brent Crude (Oil) adalah minyak mentah yang berasal dari Laut Utara dan digunakan sebagai patokan harga minyak internasional. Brent Crude (Oil) memiliki kandungan sulfur lebih tinggi dan sering dipengaruhi oleh faktor geopolitik global.
Sedangkan WTI Crude (Oil) berasal dari Amerika Serikat, dengan karakter sukfur yang lebih ringan. Tipe minyak mentah ini digunakan sebagai patokan harga di pasar domestik Amerika Serikat. WTI dipengaruhi oleh dinamika pasar lokal, sementara Brent cenderung lebih mahal karena faktor distribusi dan kualitas global. Meski demikian relasi antara kedua jenis minyak mentah ini saling mendukung dan terkait erat. Kenaikan harga global yang terjadi bisa saling mempengaruhi antara kedua jenis minyak mentah ini.
Data harga minyak mentah global memang terjadi hampir dua kali lipat, jika dibandingkan dengan harga awal tahun 2026 yang lalu. Dan kondisi ini memang mengkhawatirkan untuk negara-negara yang tidak memiliki sumber minyak yang cukup, termasuk Indonesia. Produksi minyak dalam negeri Indonesia tidak mampu mencukupi kebutuhan minyak dalam negeri, sehingga membutuhkan import minyak dari global.
Akan tetapi pernyataan Presiden Prabowo, yang menyampaikan bahwa BBM tidak akan naik, untuk melindungi seluruh rakyat Indonesia, melegakan banyak pihak.
Meskipun beban APBN untuk subsidi BBM menjadi semakin berat. Akan tetapi Presiden menekannya upaya penekanan efisiensi dan penutupan segala kebocoran yang terjadi pada penyelenggaraan negara, yang menurut Presiden, masih di kisaran 40 % lebih. Sehingga bahkan kenaikan BBM dua kali lipat pun masih bisa diatasi dengan melakukan proses efisiensi kegiatan negara, dan termasuk menutup segala kebocoran pembelanjaan negara.
Penjelasan pemeritah ini ini merespons ramainya informasi keliru yang beredar, seakan-akan per 1 April 2026 pukul 00.00, harga BBM bakal naik drastis.
Menteri Sekretaris Negara RI Prasetyo Hadi mengatakan keputusan tersebut diambil pemerintah berdasarkan arahan Presiden RI Prabowo Subianto untuk mengedepankan kepentingan rakyat.
"Setelah kami melakukan koordinasi, dalam hal ini pemerintah bersama dengan Pertamina dan atas petunjuk dari Bapak Presiden untuk selalu mengedepankan kepentingan rakyat, Pertamina belum akan melakukan penyesuaian harga baik untuk BBM subsidi maupun BBM non subsidi," kata Prasetyo dalam pernyataan resminya.
Prasetyo mengimbau masyarakat tetap tenang. Pemerintah menjamin ketersediaan BBM untuk masyarakat dengan harga terjangkau.
"Kami berharap dengan pernyataan ini masyarakat dapat mendapatkan informasi yang lebih jelas, yang lebih akurat. Kami berharap masyarakat tidak perlu panik, tidak perlu resah karena ketersediaan BBM kami jamin. Kita jamin dan harga tidak terjadi penyesuaian," tegas Prasetyo Hadi.
Dalam pengamatan yang dilakukan oleh Informatika Newsline, sepanjang Selasa siang (23/03) sampai petang telah terjadi tanda-tanda kepanikan di tengah masyarakat.
Sejumlah warga di Surabaya Selatan dan di lokasi Bandara Internasional Juanda misalnya masih santer beredar isu kenaikan BBM menjelang pergantian hari, Rabu (01/04) pukul 00.00. Di Jabodetabek panic buying BBM ini bahkan terjadi di sejumlah lokasi. Informasi dan sosialisasi kebijakan dari pemerintah tentang penundaan kenaikan (harga BBM belum naik) rupanya belum diketahui oleh warga.
Demikian pula di sejumlah wilayah di Indonesia terlihat banyak kecemasan yang dialami oleh masyarakat. Informasi yang disampaikan oleh pemerintah belum banyak terserap di sebagian kelompok masyarakat. Apalagi secara logis memang terlihat harga kenaikan minyak global yang cukup drastis. (SGDIKWS)


